Krenyes Oishii Sushi Crunchy Salmon Skin
Foto: dev/Detikfood

Jakarta – Ingin mencicipi sushi dengan harga terjangkau dan rasa yang cocok di lidah? Di tempat ini, keduanya bisa Anda dapatkan. Rasa kriuk cornflakes membuat sushi yang berisi irisan timun dan kulit salmon yang digoreng gurih ini tambah oishii. Mau coba?

Kompleks perumahan Green Ville yang terletak di kawasan Jakarta Barat ini memang terkenal dengan banyaknya pedagang makanan yang berderet-deret. Mulai dari sepanjang jalan Tanjung Duren, Green Ville, hingga terus ke kawasan Puri Indah. Dari seafood, chinese food, makanan Padang, pisang kremes, sampai pecel lele sekalipun.

Namun diantara semuanya, restoran sushi memang agak jarang ditemukan kecuali di mal. Sehingga saat restoran sushi mungil yang terletak di sudut Jl. Mangga Raya ini dibuka menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi saat beberapa kali saya perhatikan tak sedikit pengunjung yang datang.

Meski sudah lama penasaran, namun rasa ingin tahu tersebut baru terpuaskan kemarin malam. “Irasshaimase!” teriak salah seorang pelayan saat menyambut kedatangan saya. Meski tak begitu besar di bagian kanan terdapat area tempat para chef meracik sushi, sedangkan di bagian tengah diberi meja memanjang tempat pengunjung duduk.

Ada pula tempat duduk yang menghadap langsung ke meja tempat meracik teppanyaki. Rupanya selain sushi menu andalan restoran ini juga berupa teppanyaki. Untuk tawaran menunya sendiri cukup banyak meski yang mendominasi adalah sushi roll dan beberapa diantaranya sushi maki.

Beruntung saya datang saat promo ‘buy 1 get 1′ sedang berlangsung. Sehingga saya diperbolehkan memilih satu menu yang tertera di meja seperti Baby Bom Roll, Dragon Roll, dll serta berhak memperoleh satu menu lagi gratis. Wah asyik juga nih! Akhirnya pilihan jatuh pada Crispy Unagi Roll seharga Rp 28.000,00 dan Crunchy Salmon Skin untuk menu gratisnya.

Crispy Unagi Roll berisi 6 buah sushi yang disajikan dengan topping mayonaise dan tobiko. Sayang entah itu nasi yang digunakan terlalu lembek atau proses menggulung sushi yang terlalu kuat, menjadikan nasi sushi yang membungkus isi sushi terlalu lumat.

Isi sushinya sendiri terdiri dari potongan unagi yang dibalut dengan saus yang rasanya manis, irisan timun, kremesan, dan nori. Mayonaise dan tobiko menjadi penyeimbang rasa yang membuat sushi ini tidak terlalu dominan manis. Sedangkan Crunchy Salmon Skin malah lebih terasa enak dan segar. Sushi ini dibalut dengan cornflakes hingga rasanya krenyes enak, isinya terdiri dari kulit salmon yang gurih, timun, dan nori yang makin mantap dengan celupan shoyu. Nyam… nyam!

Menu dessert sendiri ada Banana Cheese Roll, Sushi Ice Cream, Almon Fried Ice Cream, dll. Sayang Sushi Ice Cream yang jadi favorit sudah habis dipesan dan sebagai pengganti saya memilih Banana Cheese Roll. Dessert tersebut rupanya berupa potongan pisang yang diberi cokelat, keju dan digulung dengan roti yang bagian luarnya diberi bread crumbs yang renyah. Es krim cokelat yang ditaruh diatas parutan keju membuatnya tambah yummy!

Untuk kisaran harga sushi di Sushi Yakhi berkisar dari harga Rp 25.000,00 – Rp 65.000,00. Bagi mereka yang ingin menikmati sushi dengan harga yang pas di kantong boleh lah mampir ke Sushi Yakhi.

Sushi Yakhi
Jl. Mangga Raya Blok C No.8
Kompleks Green Ville
Jakarta Barat
Telp: 021-5689965/5688939
Jam Buka: 11.00 – 22.00

sumber:detik.com


Gambar

Jakarta – Final Piala Dunia akan mempertemukan Belanda dan Spanyol yang punya gaya permainan hampir sama. Dari delapan pertemuan sebelumnya ‘Singa Oranye’ memimpin dengan satu kemenangan lebih banyak dari ‘Matador’.

Laga pada Senin (12/7) dinihari WIB nanti adalah pertemuan pertama kedua tim di ajang Piala Dunia. Yang bikin makin serba pertama dari partai ini adalah Eropa untuk pertama kalinya bisa juara di luar Eropa dan salah satu dari dua tim ini akan merebut trofi Piala Dunia pertamanya.

Pertemuan kedua tim dimulai pada tahun 1957 saat Spanyol menang 5-1 di Madrid. 16 tahun kemudian Belanda menang 3-2 pada pertemuan keduanya di Amsterdam.

Selanjutnya pada kurun waktu era 80-an Spanyol dan Belanda bertemu empat kali yang mana Spanyol menang dua kali dan Belanda sekali. Sisanya berakhir imbang.

Tiga belas tahun berlalu keduanya kembali bertemu pada laga friendly di Sevilla yang akhirnya dimenangi Belanda dengan skor 2-1. Dan dua tahun setelahnya Belanda menang 1-0.

Jadi total dari delapan pertemuan, Belanda menang empat kali dan Spanyol tiga. Sebagai catatan partai ini sangat krusial bagi kedua tim mengingat potensi mereka untuk mencetak sejarah.

Jika De Oranje menang maka akan jadi tim kedua setelah Brasil 1970 yang mampu memenangi seluruh laga dari kualifikasi hingga partai final. Sementara La Furia Roja akan jadi tim yang pertama juara setelah menelan kekalahan di partai perdananya.

Kedua pemain dari dua kubu yaitu Wesley Sneijder dan David Villa memuncaki daftar topskorer dengan lima gol.

Kini seperti apa hasil pertemuan ke-9 antara Belanda (peringkat 4 FIFA) dengan Spanyol (peringkat 2 FIFA) itu? Kita saksikan saja setelah peluit panjang wasit di Soccer City Stadium ditiupkan.

Data & Fakta

Stadion: Soccer City
Kapasitas: 88.000
Wasit: Howard Webb

Perkiraan Susunan pemain

Belanda: Maarten Stekelenburg, Gregory van der Wiel, John Heitinga, Joris Mathijsen, Giovanni van Bronckhorst, Dirk Kuyt, Mark van Bommel, Nigel De

Jong, Arjen Robben, Wesley Sneijder, Robin van Persie.

Spanyol: Iker Casillas, Sergio Ramos, Gerard Pique, Carles Puyol, Joan Capdevilla, Sergio Busquets, Xavi, Xabi Alonso, Andres Iniesta, Fernando Torres, David Villa.

sumbe:detik.com

Shabu-Shabu Hmm... Oishii Desu Ne!
Foto: dev/Detikfood

Jakarta – Penggemar shabu-shabu pastinya sudah tak asing lagi dengan restoran Jepang yang satu ini. Menu spesialnya berupa shabu-shabu komplet dengan irisan daging sirloin tipis, sayur-sayuran, dan dipping sauce yang istimewa. Selain itu menu sushi dan teppanyaki-nya pun tak kalah lezat. Hmm… oishii desu ne!

Hujan yang mengguyur hampir sebagian besar kota Jakarta kemarin membuat udara yang biasanya panas menjadi sedikit lebih dingin dan terasa adem. Tak heran kalau perut pun jadi cepat berkemerucuk lapar. Berhubung sedang berada di kawasan Arteri Pondok Indah saya pun jadi teringat sebuah restoran Jepang yang terkenal akan shabu-shabunya.

Suasana cozy restoran dengan sentuhan kayu menyambut kedatangan saya. Menu andalan Yakoya berupa shabu-shabu yang ditawarkan all you can eat, reguler, spesial, seafood dan shabu-shabu kobe. Pilihan yang terakhir ini harganya memang paling mahal diantara jenis shabu-shabu lainnya karena menggunakan daging sapi kobe.

Mengingat porsi shabu-shabu yang lumayan besar saya pun memutuskan memesan shabu-shabu reguler. Yang membedakan reguler dan spesial sebenarnya hanya jenis dagingnya, dimana reguler menggunakan daging sapi sirloin dan ribs untuk spesial. Sedangkan untuk appetizer dipesan tempura mix dan ocha dingin untuk pelepas dahaga.

Sang pelayan pun mulai menata meja kayu yang bagian tengahnya ada kompor khusus tempat panci steamboat nantinya diletakkan. Dua buah piring besar disajikan berupa irisan tipis daging sirloin dan satu lagi sayur-sayuran seperti tauge, sawi putih, daun seruni, bokchoy, irisan wortel, udon, dan tahu.

Setelah diisi dengan air kaldu rebusan ritual mencelupkan daging beserta sayur-sayuran ke dalam panci pun mulai saya lakukan. Woww… irisan dagingnya empuk dengan balutan tipis lemak.

Dipping sauce-nya berupa larutan shoyu dan dashi yang diberi pelengkap 3 jenis; bawang putih cincang, duan bawang yang diiris halus dan lobak yang diparut. Tinggal mencampurkan ketiga bahan ini dan dicocol dengan saus yang kecokelatan dan gurih. Kaldu perebusnya pun terasa gurih dan hangat karena lemak daging sapi yang larut di dalamnya.

Sayurannya krenyes-krenyes segar karena sengaja saya rebus tak terlalu matang. Sedangkan udon alias mi Jepang yang terbuat dari tepung beras membuat sajian ini cukup ‘nendang’. Mengingat porsinya yang lumayan besar, rasanya shabu-shabu ini pas buat dimakan berdua.

Nah, untuk tempura mix sendiri ada 3 buah ebi tempura. Selebihnya ada sayur-sayuran seperti jamur, daun bayam, irisan bawang, dll. Udangnya cukup gendut dengan balutan tepung tipis keriting yang rasanya krenyes-krenyes renyah plus cocolan shoyu. Yang pasti rasanya benar-benar tidak mengecewakan.

Wah… badan terasa hangat dan perutpun kenyang. Suasana tempat santap yang sunyi, diiringi gemericik air dari kolam ikan koi membuat tubuh benar-benar nyaman! Lain kali pastinya saya bakal kembali bersama keluarga. Karena shabu-shabu memang sejak dulu dikenal sebagai sajian keluarga di Jepang terutama di musim dingin. Berkumpul sambil menghangatkan diri dengan shabu-shabu, pastinya asyik!

Yakoya
Shabu-Shabu Restaurant
Jl. Sutan Iskandar Muda No.1B
Jakarta Selatan
Telp: 021-7239853
Jam Buka: 11.30 – 14.30 (lunch) & 18.00 – 22.00 (dinner)
Harga Makanan : shabu-shabu reguler Rp. 118.000,00 per orang; AYCE Rp. 108.000,00 ++; Tempura Mix Rp. 46.800,00 dan Ocha dingin refill Rp. 6.000,00

Plaza Bumi Daya Lt.30
Jl. Imam Bonjol No.61
Jakarta
Telp: 021-3916337